Thursday, May 9, 2019

Apa arti Tipu-Menipu Dalam Alkitab,Apakah itu salah atau Bagaimana ?


TIPU-MENIPU PARA NABI DALAM BIBEL ( Salah satu pertanyaan Ismael )

Kisah tipu-menipu yang sangat aneh diceritakan Bibel dalam Kitab Kejadian 27: 1-40.

Konon, Nabi Yakub diberkati Tuhan setelah menipu ayahnya dan merampas hak milik

kakak kandungnya.

Diceritakan bahwa Ishak, putra Abraham yang kedua mempunyai seorang Istri (Ribkah)

dan dua orang putra (Esau dan Yakub).Ribkah yang adalah menantu Abraham itu pilih

kasih kepada anaknya.Dia lebih mengasihi Yakub daripada Esau, anak

sulungnya.Karena Ishak sudah tua dan sudah tidak bisa melihat, maka sesuai dengan

tradisi turun-temurun, dia harus memberkati anaknya yang sulung, yaitu Esau.Tetapi,

dengan sangat liciknya Ribkah dan Yakub menyusun rekayasa jahat agar yang diberkati

oleh Ishak adalah Yakub itu.

Maka dengan satu tipuan ulung, Yakub dapat mengelabuhi Ishak yang sudah buta,

sehingga dia dianggap sebagai Esau, akhirnya Yakublah yang diberkati oleh Ishak

dengan ‘upacara pemberkatan’ sebagai anak sulung yang istimewa, leluhur bangsa

Yahudi, nenek moyang Yesus.

Kisah cikal-bakal Bani Israel yang dilatarbelakangi oleh pemberkatan salah alamat

akibat tipu-menipu sesama keluarga (adik menipu kakaknya, istri menipu suaminya, ibu

kandung menipu anaknya) itu, diberi label ‘Yakub diberkati Ishak sebagai Anak Sulung’

dalam Bibel cetakan Indonesia.

---------------------------------------------------


Kisah Ribka yang "memaksa" Yakub untuk menipu Esau demi mendapatkan berkat kesulungan dari Ishak adalah kisah yang cukup terkenal di kalangan keKristenan

Kisah ini bisa kita baca di Kejadian 27-28 (disarankan baca dahulu sebelum melanjutkan)

singkatnya begini :
Ishak menyuruh Esau untuk berburu supaya setelah itu Ishak akan memberkatinya
Ribka mendengar hal ini dan karena Ribka tidak suka dengan istri2 Esau dan Ribka lebih mengasihi Yakub maka dibuatlah rencana untuk menipu Ishak supaya Yakub yang diberkati terlebih dahulu
Sebelum peristiwa ini Esau memang telah "menjual" hak kesulungannya kepada Yakub dengan harga semangkuk kacang merah

Ada yang bilang bahwa kejadian penipuan ini memang "rencana Tuhan" buat Yakub, itu adalah memang caraNya supaya Yakub dapat berkat kesulungan itu

benarkah demikian?
well, saya dulu berpikir demikian, tapi sekarang rasanya saya tidak setuju dengan penafsiran tersebut

think about this :
Ishak tentunya adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan
apakah dia bisa mendengar suara Tuhan? pasti bisa
apakah Ishak taat sama suara Tuhan? wooohhh udah pasti donggg
Apakah kalau Ishak ingin memberkati Esau dengan berkat sulung dan Tuhan ngga setuju dengan rencananya itu, Tuhan tidak berkuasa untuk bicara dengannya? atau menentangnya?
kalo gini kepikiran gak, kenapa harus menipu orang yang memang sudah taat sama Tuhan?

Terkadang kita gini loh... maunya maksa Tuhan ngikuti cara kita... lalu kita dapat konsekuensi karenanya... tapi lalu kita bilang itulah cara Tuhan memberkati kita, lewat kesusahan dan penderitaan...

benar atau tidak?

saya selalu meyakini prinsip ini :
jika memang kita mau mendapatkan sesuatu dari Tuhan dengan baik (apapun itu, sebutlah berkat, pasangan hidup, masa depan, dsb)
ngga ada satupun Firman Tuhan yang akan dilanggar pada prosesnya
ngga mungkin Tuhan memberikan sesuatu kepada kita SAMBIL melanggar FirmanNya, itu absurd

kita bisa lihat konsekuensinya yang dialami Yakub setelah melakukan hal ini :
1. dia terpisah dari keluarganya
2. dia jadi dibenci oleh Esau
3. dia jadi orang asing di negeri lain dan terpaksa bekerja keras disana (sampai ditipu)
Ribka pun pada akhirnya harus berpisah dengan Yakub, anak yang dia kasihi, saya rasa ini sudah konsekuensi terberat yang bisa Ribka terima
apa ini rencana Tuhan? apakah Tuhan berkenan dengan perpecahan keluarga? saya rasa tidak
rancangan Tuhan selalu baik adanya dan mendatangkan damai sejahtera

Jikalau saja Ribka-Yakub mau sabar menanti, saya pikir Ishak pun tetap akan memberkati Yakub dengan berkat sulung, toh Ishak adalah orang yang taat sama Tuhan
Esau pun yang melihat di depan mata bahwa itu adalah keputusan bapaknya pun pasti akan menerima, apalagi yang dia bisa lakukan?
Dengan demikian rencana Tuhan tetap berjalan dengan baik tanpa adanya keributan

Dengan Ribka-Yakub "memaksakan" cara mereka sendiri pada akhirnya mereka turut menerima konsekuensinya walaupun pada akhirnya rencana Tuhan supaya Yakub dapat berkat sulung pun terlaksana

Mana yang kita pilih?
Semestinya kehendakMu lah Tuhan yang jadi dan bukan kehendakku

Sejak Esau "menjual" hak kesulungan kepada Yakub saya pikir Tuhan pun sudah mau memberkati Yakub dengan berkat sulung, tapi jelas bukan dengan cara tipu-menipu seperti ini sehingga menimbulkan perpecahan keluarga

Kita bisa lihat Yakub pada akhirnya pun memberkati anak bungsu dari Yusuf dengan berkat yang sulung, Yakub menyilangkan kedua tangannya saat memberkati anak Yusuf, kenapa? Apakah karena Yakub maunya demikian? Tentu tidak, tentunya karena Yakub taat sama Tuhan, perlukah Efraim (anak bungsu Yusuf) menipu supaya dapat berkat sulung? Tidak perlu, karena Yakub adalah orang yang taat sama Tuhan

Dalam kehidupan sehari2 mungkin seperti ini :

Seorang boss ngotot bahwa ada proyek yang sangat menguntungkan di depan dan dia yakin itu berkat dari Tuhan padahal untuk mendapatkannya dia perlu untuk tipu sana tipu sini, suap sana suap sini, apakah itu benar dari Tuhan?
Kalau benar dari Tuhan, ngga perlulah melakukan sesuatu yang melanggar Firman Tuhan

Seorang anak muda yakin bahwa pasangannya itu adalah calon istrinya kelak, dia ngotot walaupun ditentang orang tuanya, mungkin kalau perlu kawin lari karena bagi dia lebih penting untuk taat sama Tuhan
mungkinkah itu benar dari Tuhan? kok caranya harus sampai ngga hormat sama orang tua?
Inilah yang harus kita pikirkan baik2 sebelum kita melangkah
Kalau memang benar dari Tuhan bukankah lebih baik menunggu hati orang tuanya berubah? Toh hati raja2 pun ditangan Tuhan, daripada nekat melanggar Firman "taatilah orang tuamu"

Kalau memang sesuatu itu berasal dari Tuhan dan Tuhan memang mau memberikannya kepada kita, pada prosesnya ngga akan ada satupun Firman Tuhan yang dilanggar

Cara kita yang kita "paksakan" untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan memang mungkin tidak merubah rencana Tuhan, itu semua kasih karunianya (walaupun mungkin juga bisa berubah), tapi dengan cara yang demikian kita akan menerima konsekuensinya

Namun Tuhan sanggup memulihkan segala sesuatu
Dia ngga pernah merancangkan sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup kita

Iman itu pada akhirnya ngga cuma percaya kepada Tuhan, tapi mempercayakan hidup kepada Tuhan

Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment